Berikut renungan gue lagi naik motor di jalan:
Menurut gue kehidupan itu mirip filosofi saat kita berada di jalan yang lagi nyetir motor. Jalanan ga selalu mulus, ada yang gradakan, ada yang bolong-bolong banyak lubang, ada yang berpasir, dan ada yang licin. Seperti kehidupan, hidup ga selamanya enak, terkadang kita harus menghadapi kenyataan kalo kita melewati masa-masa sulit.
Sesungguhnya masa sulit itu tidak akan terlalu terasa ketika kita jalani dengan pelan-pelan, menikmati prosesnya, mempelajari hikmahnya. Tapi kalo kita tergesa-gesa, mungkin kita agak sedikit kaget dengan apa yang terjadi.
Begitupun saat kita melewati lubang-lubang di jalan. Goyangan kencang akan begitu terasa saat berkendara cukup cepat. Sontak kita akan kaget dengan lubang yang baru terlewati.
Tapi kalo kita melewatinya dengan kecepatan 20 km/jam, goyangan di motor akan sedikit teredam dan kita tidak terlalu kaget.
Selain itu, saat kita berkendara tepat dibelakang mobil besar, kita harus waspada. Sekali lagi, jalanan tak selamanya mulus, jadi ketika ada lubang, jatuhlah kita ke lubang tersebut.
Lain halnya ketika kita mengambil jarak setidaknya 10 meter dari mobil, seenggaknya kita akan melihat dan dapat menghindari lubang tersebut.
Kalo ini dicerminkan pada kehidupan adalah, kita jangan berada dibalik orang besar, karena ga selamanya orang besar bisa melindungi kita. Yang bisa ngelindungi diri kita adalah diri kita sendiri.
Hehe, gue rasa cukup sekian filosofi nya.
Showing posts with label kata-kata. Show all posts
Showing posts with label kata-kata. Show all posts
Sunday, 7 April 2013
Terus Melangkah
Labels:
blog,
Cerita,
coretan,
Filosofi,
iseng,
kata-kata,
kehidupan,
kenyataan,
motor,
opini,
renungan,
touring
Tuesday, 8 March 2011
Tuhan, cin(t)a dan perbedaan
"Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda, kalau Allah cuma pengen disembah dengan satu cara?"
“Makanya Allah nyiptain cinta, biar yang beda-beda bisa nyatu. Tapi tetep, yang bener cuma satu”
“Makanya Allah nyiptain cinta, biar yang beda-beda bisa nyatu. Tapi tetep, yang bener cuma satu”
********************
Ini dialog Annisa dan Cina di film Cin(t)a. Film befilosofi tentang cinta berlandaskan perbedaan agama. Udah lama sebenernya gue pengen review nih film. Tapi baru sempet sekarang deh.
Gue sendiri ga punya pengalaman suka sama seseorang yang berbeda agama. Tapi, temen deket gue, dia sekarang pacaran dengan cowok non-Islam.
Temen gue, sebut aja Arda, kenal dengan cowoknya (Assey) sekitar 1,5 tahun yang lalu. Berawal dari situs jejaring sosial dan merasa bernasib sama (baru putus) mereka bercanda untuk menjalin hubungan. Sebenernya sih katanya cuma bercanda untuk sekedar asik-asikan, tapi karena sering berkomunikasi dan Arda merasa Assey orangnya asik dan menyenangkan, akhirnya Arda mulai jatuh cinta.
Gue cuma bisa angkat tangan dengan keputusan dia. Tapi suatu hari ada masalah yang menurut gue udah ga bener antara hubungan Arda dan Assey. Gue dan temen gue (Pipi) mencoba membujuk Arda biar putus dengan Assey. Tapi dia ngebantah, "gue masih cinta sama dia". Bantahan ini ngebuat gue berpikir, betapa dahsyatnya cinta bisa ngebuat seseorang sampe kaya gini. Emang susah kalo bicara soal cinta. Cinta itu udah menyangkut masalah hati dan perasaan. Ga mudah untuk tidak cinta atau mencintai orang.
********************
“kau cantik aku ganteng, kau yatim aku piatu, kau bego aku pinter”
“Lo Kristen gue Islam”
“Exactly! Ntar kita bisa di display tahun ini, jadi symbol kerukunan umat beragama. Kau kan belom pernah main beda agama, atau kau pindah Kristen aja Nis”
“Yakin lo masih mau sama gue? Tuhan gue aja berani gue khianatin, apalagi elo ntar”
“Lo Kristen gue Islam”
“Exactly! Ntar kita bisa di display tahun ini, jadi symbol kerukunan umat beragama. Kau kan belom pernah main beda agama, atau kau pindah Kristen aja Nis”
“Yakin lo masih mau sama gue? Tuhan gue aja berani gue khianatin, apalagi elo ntar”
********************
Intinya sih, gue ga mau Arda sampe lepas kontrol dan suatu hari bilang, "gue mau nikah sama Assey" atau "gue mau pindah agama sama kaya Assey". Ah God, gue aja sebagai temennya udah mau pingsan kalo dia ngomong gitu, APALAGI ORANG TUANYA???
Untungnya Arda pernah bilang ke gue, "tenang aja, gue ga bakal nikah sama Assey kok. Dia orangnya gembel, ga punya masa depan. Mau jadi apa kalo gue nikah ama dia. MADESU!". Semoga aja yang Arda bilang bener, bukan hanya sekedar di mulut doang.
********************
In Your majesty, You create differences
In my arrogance, I question Your wisdom
In Your mistery, You create temptation
In my inferiority, You make me more than I am
So here I am… surrender me in the agony of Your love
Surrender me in the irony of Your law, lead me to the joy of love redivined, teach me how to love You more …
********************
In my arrogance, I question Your wisdom
In Your mistery, You create temptation
In my inferiority, You make me more than I am
So here I am… surrender me in the agony of Your love
Surrender me in the irony of Your law, lead me to the joy of love redivined, teach me how to love You more …
********************
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (Al-Hujurat:13)
Sunday, 25 January 2009
Satu umur bertambah, satu umur berkurang
Ulang tahun kali ini berasa berbeda.
Waktu gue kecil, hari ulang tahun adalah yang gue tunggu-tunggu. Tapi, sekarang, ga tuh.
Sekarang gue anggep ulang tahun cuma hari biasa, tapi umur kita nambah satu walaupun ga terlihat.
Hari ini saya ulang tahun yang ke-18. Ga ada barang yang gue idam-idamkan, cuma satu aja, gue pengen sehat.
Bertambahnya satu umur ngebuat gue makin sadar kalo umur gue juga berkurang. Artinya, gue makin dekat dengan ajal.
Gue ga mau nyia nyiain sisa hidup gue buat hal-hal bego, sekarang, harus diisi dengan yang bermanfaat saja. Toh, sesungguhnya yang bermanfaat itu mendatangkan kebaikan ko.
Karena kita ga tau kapan kematian datang.
Agak sulit sih berpikir begini. Ga kebayang.
Well, terima kasih banyak untuk semua orang. Maaf juga atas kesalahan-kesalahan saya. Akhir kata, wassalam.
Waktu gue kecil, hari ulang tahun adalah yang gue tunggu-tunggu. Tapi, sekarang, ga tuh.
Sekarang gue anggep ulang tahun cuma hari biasa, tapi umur kita nambah satu walaupun ga terlihat.
Hari ini saya ulang tahun yang ke-18. Ga ada barang yang gue idam-idamkan, cuma satu aja, gue pengen sehat.
Bertambahnya satu umur ngebuat gue makin sadar kalo umur gue juga berkurang. Artinya, gue makin dekat dengan ajal.
Gue ga mau nyia nyiain sisa hidup gue buat hal-hal bego, sekarang, harus diisi dengan yang bermanfaat saja. Toh, sesungguhnya yang bermanfaat itu mendatangkan kebaikan ko.
Karena kita ga tau kapan kematian datang.
Agak sulit sih berpikir begini. Ga kebayang.
Well, terima kasih banyak untuk semua orang. Maaf juga atas kesalahan-kesalahan saya. Akhir kata, wassalam.
Saturday, 23 August 2008
CUMA-HANYA
Saya berkata:
a. Guehanya mau tau aja kok.
b. Guecuma mau tau aja kok.
PERTANYAAN!
Emang apa c perbedaanCUMA dan HANYA ?
Adakah yang di sana tau?
a. Gue
b. Gue
PERTANYAAN!
Emang apa c perbedaan
Adakah yang di sana tau?
Labels:
ga penting,
kata-kata,
Pertanyaan
Subscribe to:
Posts (Atom)