Pages

Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Tuesday, 22 April 2014

The Little Rascals (Oh ~ taaay)

The Little Rascals
Siapa yang pernah nonton film ini?

Saya juga pernah, hihi, dulu waktu kecil sering banget diputer di TV lokal. Film ini udah kaya film yang wajib diputer tiap tahun, seperti halnya Home Alone. 

The Little Rascals sangat lucu dan menghibur bagi saya. Apalagi saya paling suka dengan Buckwheat dan Porky. Hi-hi-hi. Sungguh mereka bikin gemes banget. Selain itu ada Spanky si leader yang imut-imut juga. Dan si centil Alfalfa yang selalu mikirin si cute Darla. 

Buckwheat and Porky
Oh ~ tay
Jalan cerita:
Dari ceritanya yang disingkat, "He-man womun haters club" mau lomba go-kart. Ternyata pada tahun itu, Alfalfa yang terpilih buat turun menjadi perwakilan mereka. Tapi mobil go-kart mereka dicuri ama duo Butch and Woim. Jadinya mereka buat asal-asalan mobil go-kartnya. Sayangnya Alfalfa ga bisa konsen terhadap pertandingan karena dia baru putus cinta dengan Darla. Sedangkan Darla lagi asik-asiknya deket dengan si kaya Waldo. Dengan ditemani Spanky, si leader club, mereka yakin bisa menang. Dan voila, pas di garis finish mereka menang tipis berkat rambut Alfalfa yang menjunjung ke atas kaya antena!

Nah, ternyata film ini diadaptasi dari film pendek tahun 1920-1940an dengan judul Our Gang. Di Tahun 2014 ini hadirlah The Little Rascals Save the Day!
Our Gang
The Little Rascals Save the Day

Awalnya saya pikir ini adalah remake-an dari tahun 1994, ternyata tidak, jalan ceritanya berbeda. Sayangnya, pemeran di sini terkesan terlalu terpaku pada karakter orang yang diperankan. Seperti new Spanky yang terlalu berlebihan saat swing his arms biar terlihat seperti old Spanky. Atau new Darla mencoba mengintonasi imut layaknya old Darla. Dan Alfalfa adalah yang paling lumayan di antaranya. Petey, si anjing peliharaan Spanky (kayanya), terlihat mirip dengan yang dulu, cuma letak coretan lingkaran pada matanya saja yang berbeda. Untuk yang penasaran, segera deh tonton ini film. 

Fyi, ternyata ada Bug Hall alias aktor pemeran Alfalfa jaman '94. Dia jadi cameo sebagai tukang pengantar kue eskrim. Ganteng lhooo ~
Alfalfa udah gede *_*
Rate: 2.8/5

Trailer The Little Rascals Save the Day

Friday, 14 March 2014

Rain (باران) Baran


Baran (باران) 
Tahun : 2001
Director : Majid Majidi

Satu lagi film berkelas dari negeri Iran, yaitu Baran. *standing applause* 

Plot:
Berkisah tentang seorang pemuda bernama Lateef yang bekerja sebagai OB di gedung yang sedang dibangun. Suatu hari salah satu tukang bangunannya (orang Afganistan) ada yang jatuh dan kakinya patah. Akhirnya dengan terpaksa digantikan oleh anak perempuannya yang menyamar sebagai laki-laki, dengan nama samaran, Rahmat. Awalnya Rahmat bekerja sebagai kuli bangunan, tapi karena badannya terlalu kecil dan lemah untuk angkat-angkat semen, akhirnya sama Pak Bosnya (Memar), pekerjaan Lateef dan Rahmat pun ditukar. 

Lateef jengkel banget karena harus tukeran ama Rahmat. Lateef pun sering membuat ulah ke Rahmat, tapi Rahmat ga pernah bales. Saking keselnya, Lateef pun mengobrak-abrik isi dapur hingga berantakan, Rahmat pun ga terlena, dia segera beresin ruangannya sekaligus memperbaiki interior dapur. Selain itu, makanan yang disajikan Rahmat dinilai lebih enak oleh para pekerja lainnya. 

Suatu hari, pas masih kesel-keselnya, Lateef mau ngelabrak Rahmat di dapur, tapi ga disangka ternyata Rahmat lagi nyisir rambut yang terpantul di jendela. Lateef pun tahu kalau Rahmat sebenernya adalah perempuan dan namanya adalah Baran. Shock doong dia. Semenjak hari itu Lateef pun berubah.

Pagi-pagi Lateef udah dandan kece jali ala penyanyi pop. Dan semenjak itu, Lateef sering banget membantu Baran. Pernah suatu ketika ada inspeksi mendadak dari pemerintah, Baran ketauan kalo dia orang Afganistan ilegal. Terjadilah kejar-kejaran, Lateef yang ngeliat Baran dikerjar oleh petugas, segera dia lari dengan maksud untuk menyelamatkan Baran. Semenjak itu, Baran ga kerja lagi di situ.

Lateef resah gelisah, dia pun pergi mencari tahu keberadaan Baran dimana. Singkat cerita, Lateef menemukan tempat kerja Baran. Karena kasian ama Baran, Lateef rela ngasih uang hasil kerjanya selama ini buat ayahnya Baran dengan maksud, biar Baran ga usah kerja lagi. Ternyata uang tersebut dipinjam sama Soltan dan Soltan pulang ke Afganistan. Ga abis akal, Lateef menjual satu-satunya yang berharga, yaitu Kartu Identitasnya. Uangnya pun langsung diberikan ke Ayahnya Baran yang lagi kesusahan dan ingin pulang ke Afganistan.  


Mereka berdua ga pernah tatap-tatapan sebelumnya dan akhirnya sebelum Baran pulang ke Afganistan, they have their precious moment. Baran pun sedikit memberikan senyuman. Saat berjalan menuju truk, sepatu Baran nyangkut di lumpur. Lateef segera mengambil sepatu dan memberikan ke Baran.   


Setelah truk berangkat, Lateef melihat jejak sepatu Baran, dia pun tersenyum, gue pun melelehkan air mata. Sedih dan terharu dengan perjuangan cintanya yang tulus. 


Dari saya:
Film ini menyuguhkan cerita cinta yang romantis, polos, tulus dan kesungguhan. Bisa saya bilang, ini cerita cinta yang ga ada kontak fisik sama sekali. Sungguh indah. Sutradara Iran selalu bisa ngebuat saya masuk dan terbawa ke dalam cerita. Cerita yang ga menye-menye ala India atau pun cerita yang ga twist kaya Korea. Inilah khasnya Iran. 

Sepertinya di zaman sekarang, udah jarang bisa nemuin pemuda macem Lateef gitu. Ga tau siapa Baran, sifatnya gimana, hobinya apa, ga pernah ngobrol, senyum juga ga pernah, tapi Lateef begitu senang walaupun cuma sekedar mengintip Baran dengan aktivitasnya. 

Sebelum saya nonton dan baca sinopsisnya, saya terheran-heran dengan jalan ceritanya, gimana mungkin Baran ini menyamar jadi laki-laki, mengingat latar belakang negaranya adalah negeri Islam. Saya pikir Baran akan lepas jilbab dengan potongan rambut ala laki, tapi ternyata tidak. Di Iran pun, laki-laki sering memakai sorban dan topi. Terlebih lagi sedang musim salju, jadi banyak orang yang memakai baju dan penutup kepala yang tebal. Saya pun baru tahu di Iran itu bersalju, hahahaha. Saya penasaran, gimana mereka bisa tahu ya, yang mana orang Afganistan atau Iran, karena kalau saya lihat sama aja mukanya. Hihihi.  

Setelah menonton beberapa judul film Iran, saya bisa menyimpulkan, 
  • di sana wanita memang memakai kerudung, tapi sering kali rambut bagian atas sedikit menyembul dan terlihat
  • peringai orang Iran adalah cepat tersinggung dan pemarah
  • lelakinya ringan tangan
  • di film jarang memberikan background music
  • orang di sana keras kepala
Rate:
3.9/5

Saturday, 13 April 2013

Review: Ghibli Series


Seperti janji gue kemarin, kali ini gue akan me-riview film-film Ghibli yang udah gue tonton. Dan akan gue urutkan dari yang paling gue suka. Oia, untuk rate-nya ini sangat subjektif dari diri gue ya, so selera orang pasti beda-beda ;) . Then, here I go!

  • My Neighbor Totoro (1988)
Iya, anime ini termasuk anime paling tua di antara judul yang lain. Di dalam film ini menceritakan seorang ayah bersama kedua putrinya yang baru pindah ke sebuah desa karena ingin lebih dekat tinggalnya dengan ibu mereka yang sedang sakit (terapi). Karakter kakak (Satsuki) dan adiknya (Mei) sangat antusias dengan alam, sangat ingin tau semua yang ada di desa tersebut hingga suatu hari Mei bertemu Totoro. Kalau menurut gue, tokoh Totoro ini sangat lucu bentuknya. Gembul, ga banyak omong, mukanya lempeng-lempeng aja dan cuddle-able banget. Hihihi. Totoro adalah sesosok makhluk gaib yang dipercayai oleh orang setempat sebagai penghuni di desa tersebut. Namun ternyata Totoro sangat baik hati dan tidak semenakutkan seperti stereotipe orang-orang mengenai hantu. Suatu hari Satsuki dan Mei sangat khawatir dengan keadaan ibu mereka dan ingin sekali segera bertemu. Tapi apa daya, mereka masih sangat kecil sehingga belum mengerti kemana jalan yang harus dituju. Akhirnya, Totoro datang bersama Catbus-nya untuk mengantar mereka ke ibu yang lagi di rumah sakit. Untung saja, momen itu masih tersampaikan jadi Satsuki dan Mei bisa pulang dengan lega. Oia, tokoh Totoro sendiri menjadi icon/logo dari Ghibli. Emang gemesin sih! :3
Rate: 4.4/5

  • Ponyo (2008)
Ponyo adalah yang memperkenalkan gue pada karya-karya Ghibli. Dan dari awal gue sangat terkesima dengan keunikan dari film ini. Cerita ini sangat fantasi dan jauh dari kehidupan nyata. Tapi gue masih bisa menerima jalan cerita ini. Diceritakan tokoh Ponyo adalah sesosok makhluk yang hidup di laut dan berubah menjadi anak perempuan. Ponyo cukup nekat kabur dari habitatnya dan berhijrah ke daratan menjadi seorang anak perempuan. Singkat cerita Ponyo diselamatkan oleh anak laki-laki yang baik hati (Sosuke). Ponyo diajari oleh Sosuke segala macam hal. Namun masih saja ada rintangan yang harus dihadapi Ponyo ketika dia memilih menjadi seorang manusia.
Rate: 4.1/5

  • Spirited Away (2001)
Udah jelas ya dari judulnya aja spirited away, kalo terjemahannya itu arwah gentayangan jadi di film ini ada arwah gentayangannya. Tapi arwah ini ga menakutkan kaya film Ju-on gitu. Jenis film ini adalah misteri, fantasi dan cerita yang indah. Berkisah tentang seorang anak perempuan yang masuk ke sebuah kehidupan lain. Kedua orangtuanya berubah menjadi jelmaan babi. Untuk menyelamatkan dan mengembalikan orang tuanya, Chihiro harus melewati petualangan dan sangat menegangkan. Selama itu, Chihiro dibantu oleh temannya, Haku, untuk berpetualang bersama di negeri aneh itu. Dan ternyata, Haku, dulunya sama seperti Chihiro. Haku dulu manusia juga, tapi dia terperangkap di dunia aneh itu dan tidak bisa keluar. Haku berusaha sekuat tenaga agar Chihiro dapat kembali ke dunia sebenarnya dan kembali hidup bersama orang tuanya. Dan tidak dapat dielakkan lagi, ada secercah cinta polos dan so sweet di antara mereka. Pokoknya seru deh! Tapi sayangnya, gue kurang suka dengan karakter animenya. Soalnya gambarnya terlalu binatang, hahaha. Ada babi, kodok, naga dan karakter-karakter ga jelas. Tapi ada yang lucu tuh, yang kepala doang kalo jalan loncat-loncat, lucu deh. 
Rate: 4/5

  • Grave of the Fireflies (1988)
Tahun keluarnya sama seperti My Neighbor Totoro, tapi sentuhan gambarnya begitu berbeda. Efek di film ini terlihat terlalu jaduuul sekali. Keliatan deh kalo ini bikinan lawas. Hehehehe. Tapi untuk ceritanya perlu diacungi jempol. Sebenernya ceritanya sangat simple. Cerita tentang seorang kakak (Seita) bersama adik perempuannya (Setsuko) di hari-hari terakhir mereka. Berlatar di era peperangan dunia kedua, Jepang di serang oleh musuh dan banyak meluluh-lantahkan korban. Salah satunya adalah ibu mereka sehingga Seita dan Setsuko pergi ke suatu desa untuk tinggal bersama tante kenalan ibunya. Seita masih berharap kalau ayahnya masih hidup, tapi ternyata ayahnya pun menjadi korban karena ayahnya adalah seorang prajurit yang bertempur di medan perang. Hidup bersama orang tidak cocok dengan Seita maupun Setsuko. Sering terjadi kesalah pahaman di antara mereka hingga akhirnya mereka pindah dan tinggal sendiri di suatu gua untuk berlindung dari bom. Di sana mereka hidup mandiri, mulai dari mencuci, memasak, mencari kayu bakar dan sebagainya. Walaupun begitu, mereka lebih bahagia tinggal berdua daripada bersama tante itu. Namun hidup terlalu berat bagi mereka. Uang tidak ada dan persediaan makanan menipis memaksa Seita mencuri di kebun orang. Diperparah keadaan Setsuko yang semakin melemah. Kulitnya memerah akibat sanitari yang tidak higienis, begitupun kesehatannya yang sangat lemah bagi seorang anak kecil. Hingga akhirnya... ah, terlalu pilu untuk diceritakan ketika Seita ditinggal pergi oleh Setsuko. :'(
PS: Kalo nonton ini siapin tisu sekotak yah soalnya sedih banget!
Rate: 3.8/5

  • From Up on Poppy Hill / Kokuhiro Hill (2011)
Keluaran tahun 2011 tidak berarti menceritakan kehidupan modern. Sebenarnya ini salah satu karya Ghibli bertemakan cinta dua remaja. Berlatar era 1960an tapi cukup menghibur dengan kisah cinta mereka. Yaaa, jaman dulu, kisah romantis apa sih yang kamu harapkan? Paling banter mah pa-liat-liat-an. Hehehe. Salah satu soundtrack di sini, gue suka banget. Judulnya "Asagohan no uta" atau yang artinya The Breakfast Song. Musik yang enak, lirik yang lucu dan pastinya ga bosen dengerin lagu ini. 
Rate: 3.5/5

  • The Borrower Arrietty (2010)
Hemm, udah lama gue nonton ini dan gue agak-agak lupa dengan ceritanya. Yang pasti Arrietty ini adalah manusia keciiiiiiiiiiil banget. Dia hidup bersama ibu dan ayahnya. Tugas ayahnya adalah mencari makan dengan cara "meminjam" makanan di dunia manusia sesungguhnya. Suatu hari Arrietty mengikuti ayahnya untuk "meminjam" makanan dan dia bertemu seorang remaja cowok dan membuat penasaran padanya. Suatu hari, keberadaan keluarga Arrietty ketauan oleh keluarga si cowok itu. Dan selanjutnyaaa, gue lupa. HAHAHA. Jadi tonton aja sendiri deh ;)
Rate: 3/5

  • My Neighbors the Yamadas (1999)
Akhirnya sampai juga di list terakhir. Hehehe. Yak, anime di film ini sangat berbeda dari biasanya. Dengan sentuhan Isao Takahata, gambar di anime ini cuma sekedar sketsa. Warnanya pun seadanya seperti sentuhan water color. Kalau ngeliat jenis gambar begini, mengingatkan gue pada Bakabon. Hyahyaaa~. Ceritanya pun bersegmen dengan tema berbeda-beda. Sangat menceritakan kehidupan nyata di Jepang. Yaaa, kaya slice of life keluarga di Jepang. Gue sendiri ga terlalu ngerti dengan ceritanya. Kalo gue baca review di blog orang,  katanya sih ini cerita tentang fact-comedy nya Jepang. Tapi ga lucu-lucu amat tuh, IMO loh :P . Tapi kalo masih tertarik dengan film ini, langsung aja deh tonton! :D
Rate: 2.7/5

Friday, 12 April 2013

Ghibli - One of Kind Anime which's Through the Mainstream in Japan


Jepang sangat terkenal dengan animenya. Sepertinya yah, produksi anime di Jepang selalu bermunculan setiap saat, tidak ada matinya. Anime Jepang pun sangat beragam pada genrenya, ada kategori anak-anak hingga dewasa. Setiap pengarang anime mempunyai sentuhan gambar yang berbeda-beda. Ada yang gambarnya sekedar sketsa, ada yang 2D yang aneh, hingga gambar 3D dengan kualitas ciamik layak juaranya.

Gue sendiri adalah penyuka anime dengan tingkat 2.3/5 hahaha. Ga semua anime gue suka, ga semua judul anime gue hafal. Kalo waktu kecil, standar tontonan gue itu Doraemon, Shinchan, Hamtaro, Bakabon, Conan, Chibi Maruko-chan. Sedangkan anime yang perang-perangan, fantasi, yang punya kekuatan super natural, ga bisa gue nikmati karena gue bukan penyuka genre itu. 


Beberapa tahun ini, akhirnya gue mengenal anime yang diproduksi oleh Studio Ghibli. Film yang pertama kali gue tonton adalah Ponyo dan gue amat sangat terkesima dengan anime maupun jalan cerita yang diangkat di film tersebut. Dulu gue berpikir gambarnya payah banget, tapi pas kesini-sini, mungkin emang disengaja gambar seperti itu. Mengingat banyak anime yang menyuguhkan gambar kelas atas, detail gambar sangat rapih, dan kini Studio Ghibli mendongkrak keluar dari jalur mainstream di Jepang. 

Ghibli sendiri diambil dari bahasa Arab yang mempunyai arti "blow a new wind through the Japanese anime industry" (Wikipedia). Ternyata Ghibli ini udah lama loh, dari tahun 1985 yang mana gue aja belum lahir. Karya-karya Ghibi pun mendunia layaknya kartun buatan Disney. Namun sayangnya, nama Ghibli belum melegenda di telinga masyarakat Indonesia. IMO CMIIW. 


Dalang dibalik pembuatan karya Ghibli ini adalah Hayao Miyazaki dan Isao Takahata sebagai director nya dan Toshio Suzuki sebagai produsernya. Untuk setiap produksi filmnya, terkadang mereka berkolaborasi dengan beberapa screenwriters lainnya. Studi Ghibli tidak hanya memproduksi anime jenis film, tapi mereka pun membuat film anime dengan durasi 20-30 menit. Selain itu dulu Ghibli juga pernah mencoba di layar TV, namun sejauh ini yang sudah tampil baru satu, itu pun di tahun 1993 dan di tahun ini Ghibli akan mencoba kembali di ranah TV dengan 2 judul anime terbarunya. 

Jika kamu menonton film Ghibli, maka mata kamu akan dimanjakan dengan gambar-gambar fantasi luar biasa. Mengingat umur gue yang tidak muda lagi, saat melihat film tersebut seperti mengembalikan otak jernih gue waktu kecil. Penuh fantasi, penuh petualangan, sangat asyik di dunia sendiri, dan itulah yang membuat gue menyukai film Ghibli karena film-film itu seperti sebagai jembatan untuk mengembalikan masa kecil gue. Tidak hanya itu, banyak hikmah yang dapat diambil di film Ghibli. Dan apabila kamu menonton film Ghibli yang menyentuh hati, siap-siap sediakan tisu sekotak yah :P hihihi. 

Untuk kali ini cukup sekian dulu intronya, nanti akan gue lanjutkan dengan review film-film Ghibli yang sudah gue tonton. :)

Tuesday, 26 February 2013

Reply! ASAP

Udah nonton Reply 1997? Kalau gue, baru saja selesai. :D

Mungkin banyak yang belum tau Reply 1997 itu apa, so Reply 1997 adalah judul sebuah serial cerita cinta terbitan de-ha-min-guk alias Korea Selatan. Serial ini dikemas secara rapi, unik dan jauh terkesan dari drama cinta-cintaan yang creepy, murahan dan gampang ketebak. Pengambilan gambar yang tidak biasa seperti di drama-drama Korea lainnya, menjadikan salah satu daya tarik ketika gue menikmati serial ini. Jalan cerita yang maju-mundur membuat gue penasaran dengan kisah ini.

Ini adalah kisah persahabatan dan romantisme anak SMA di tahun 90-an. Pemeran utama adalah Sung Shi Won, Yoon Je, Tae Wong yang terlibat cinta segitiga antara kakak dan adik. Kalo gue yang menceritakan di sini ga bakal dapet feel-nya, hahaha, lebih baik langsung aja ditonton Reply 1997 karena kalian gak akan nyesel dengan tisu yang dihabiskan, perut yang sakit karena bumbu komedinya, serta rona merah di pipi yang ngebuat senyum-senyum sendiri. Dan yang membuat gue terkesan adalah ada part history nya yang nyritain kehidupan sebagai fans K-idol. Oke, pasti terkesan ini pasti norak, tapi ga kok, beneran, gue jamin.

Walaupun begitu, sebenernya banyak yang ingin gue komentari serial drama ini. Yaaah, tapi ini dari persepsi gue sebagai orang awam aja sih. Hahaha. Dan yang paling ingin gue komen adalah cast playernya.

  1. Sung Shi Won adalah main actrees, gue suka banget dengan akting cewek ini. Ga sok imut, ga dibuat-buat, suaranya yang serak, yaaah menurut gue mirip Hye Mi di Dream High walaupun beda, tapi mirip, tapi beda, tapiiiii ga tau deh. Selain itu, Shi Won sangat menjiwai peran saat menjadi fans Tony (Idola 90an).
  2. Yoon Je adalah main actor. Sebenernya, ganteng, tapi gue ga suka. Mukanya terlalu muda untuk meranin cowok berumur 33 tahun. (yang aslinya padahal sebenernya dia udah lumayan tua). Hahaha. Aktingnya agak kurang pas aja dengan perannya. Dia dituntut memerankan pria yang cool, pintar dan idola wanita. Tapi kalo dari penglihatan kaca burem gue, masih belum, masih kurang cool. Masih belum bisa memikat hati, #tsah. Hahaha. But afterall, okelah ke sini-sininya.
  3. Mo Yoo Jung adalah supported actress as Shi Won's bestfriend. Menurut gue dia teralu tua, tapi dia imut dan menyenangkan saat memerankannya.
  4. Joon He adalah supported actor as Yoon Je's bestfriend. Nah yang ini kompleks, ada satu sisi yang pas dan ga pas menurut gue. Ceritanya dia suka ama sahabatnya sendiri, yah u know. Emang sih kaum yang begitu ga melulu harus orang yang lemah gemulai atau temennya cewek-cewek semua. Tapi sepertinya kalo dikenyataan kaum begitu ya seperti Joon He ya. Joon He terlalu imut dan diceritanya dia bukan idola cewek-cewek, padahal kalo diliat pasti banyak cewek-cewek yang klepek-klepek dengan keimutan Joon He walaupun gue bukan salah satunya :P
  5. Hak Chan! adalah supported actor as Mo Yoo's boyfriend. Yang ini gue demen bangeeeeet, entah kenapa. Padahal ga ganteng-ganteng amat. Berkharisma juga ga. Tapi tatapan malu-malu kucing, salah tingkah, semua-muanya bikin gue 'eemmm, demen ama Hak Chan' :P
  6. Tae Wong adalah main-supported actor as Yoon Je's brother. Tinggi, manis, cakep, apalagi ya... tapi masih kurang sesuai dengan perannya. Masih kurang cool nya. And I'm a bit annoyed by his lips. :3
  7. Sung Jae adalah supported actor. Kalo dari muka, gue ga nyangka kalo dia meranin orang bawel. Malah gue kira dia tipe yang kasar, suka jail, yaaah kaya preman-preman gitulah. Tapi ternyata gak! Wkwkwk
  8. Aboji n Omma nya Shi Won. Suka ama couple ini. They act naturally. Daebak!

Hmmmm, tapi ketidak sempurnaan di atas ngebuat gue memahami bahwa yang tidak sempurna pun dapat memberikan nilai yang luar biasa kalo kita mau melihat lebih dekat. No one is perfect, but you could make it 'perfect'. :)

Happy watching!

Love this quote: Menyukai seseorang bukanlah pilihan, itu datang dari hati. :)

Tuesday, 3 April 2012

Banga? Banga!

Baru saja saya selesai nonton film yang berjudul Banga? Banga! (Hangul: 방가?방가!; English: He's on Duty) Apa yang membuat spesial dari film keluaran 2010 ini? Well, film ini merupakan film Korea yang paling banyak menggunakan bahasa asingnya. Mulai dari Uzbekiztan, Vietnam, India, daaaaan Indonesia (yeyeyeye!) Hahaha, maaf saya agak norak ketika tau ada orang Indonesia yang main dalam film tersebut.


Banga? Banga!

Sunday, 11 December 2011

Blast from the Past



Yeah, I have seen this movie for many times but I never-never-never-ever get bored. The movie is pretty fun, smart and for family. Backsound was a old folk songs, a bit blue songs, ballad songs - well I like it. I like Adam (Brendan Fraser) who rolled as a smooth man and never see the world. Adam and his family lived in fallout shelter for 35 years, seems like Alice in wonderland who lived in the hole. But they were survive even lived in the hole. Until one day, Adam should go up and buy the stuff they needed. There's so funny while the father was in yellow jacket - mask and went up then met a half-crazy man, the father said "I come in peace" It looks like ridiculous, you have to watch it, fella!

Adam was sooooo naive, he just liked a kid who see the new world. Going on the bus and exciting while the bus going, play roller blade and got pee on his pants while in the sea. But Adam was smart, polite, expert on dancing, and (not supposed) rich. But his abilities did not make Eve -first girl Adam fell in love- loved Adam too. It's up and down rhythm. But trust me, it's such a fairy tale story. I like fairy tale because always happy ending.

Well I got to say that's all. You'd better see this amusing movie! You'll never be disappointed on my taste movie.


This is my favorite scene, very hilarious:

Adam : (had just go up and exciting see the sky and surrounding then see a Negro Woman)

A Negro Women : What are you lookin' at?

Adam : (still exciting) Oh, my lucky stars, a Negro!

A Negro Woman : Say what?

Adam : How do you do, ma'am? (Gave a hand to shake hand)

A Negro Woman : I do all right (Shaking hand tightly)

Adam : Good (Then he looked at the store and there was an adult book store) Oh, NO! Poisonous gas! Run for your life!

I have to laugh out loud - roll on the floor.

Tuesday, 8 March 2011

Tuhan, cin(t)a dan perbedaan

"Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda, kalau Allah cuma pengen disembah dengan satu cara?"
“Makanya Allah nyiptain cinta, biar yang beda-beda bisa nyatu. Tapi tetep, yang bener cuma satu”

********************

Ini dialog Annisa dan Cina di film Cin(t)a. Film befilosofi tentang cinta berlandaskan perbedaan agama. Udah lama sebenernya gue pengen review nih film. Tapi baru sempet sekarang deh.

Gue sendiri ga punya pengalaman suka sama seseorang yang berbeda agama. Tapi, temen deket gue, dia sekarang pacaran dengan cowok non-Islam.
Temen gue, sebut aja Arda, kenal dengan cowoknya (Assey) sekitar 1,5 tahun yang lalu. Berawal dari situs jejaring sosial dan merasa bernasib sama (baru putus) mereka bercanda untuk menjalin hubungan. Sebenernya sih katanya cuma bercanda untuk sekedar asik-asikan, tapi karena sering berkomunikasi dan Arda merasa Assey orangnya asik dan menyenangkan, akhirnya Arda mulai jatuh cinta.

Gue cuma bisa angkat tangan dengan keputusan dia. Tapi suatu hari ada masalah yang menurut gue udah ga bener antara hubungan Arda dan Assey. Gue dan temen gue (Pipi) mencoba membujuk Arda biar putus dengan Assey. Tapi dia ngebantah, "gue masih cinta sama dia". Bantahan ini ngebuat gue berpikir, betapa dahsyatnya cinta bisa ngebuat seseorang sampe kaya gini. Emang susah kalo bicara soal cinta. Cinta itu udah menyangkut masalah hati dan perasaan. Ga mudah untuk tidak cinta atau mencintai orang. Dan inilah yang sedang saya alami.

********************

“kau cantik aku ganteng, kau yatim aku piatu, kau bego aku pinter”
“Lo Kristen gue Islam”
“Exactly! Ntar kita bisa di display tahun ini, jadi symbol kerukunan umat beragama. Kau kan belom pernah main beda agama, atau kau pindah Kristen aja Nis”
“Yakin lo masih mau sama gue? Tuhan gue aja berani gue khianatin, apalagi elo ntar”

********************

Intinya sih, gue ga mau Arda sampe lepas kontrol dan suatu hari bilang, "gue mau nikah sama Assey" atau "gue mau pindah agama sama kaya Assey". Ah God, gue aja sebagai temennya udah mau pingsan kalo dia ngomong gitu, APALAGI ORANG TUANYA???

Untungnya Arda pernah bilang ke gue, "tenang aja, gue ga bakal nikah sama Assey kok. Dia orangnya gembel, ga punya masa depan. Mau jadi apa kalo gue nikah ama dia. MADESU!". Semoga aja yang Arda bilang bener, bukan hanya sekedar di mulut doang.

********************

In Your majesty, You create differences
In my arrogance, I question Your wisdom
In Your mistery, You create temptation
In my inferiority, You make me more than I am
So here I am… surrender me in the agony of Your love
Surrender me in the irony of Your law, lead me to the joy of love redivined, teach me how to love You more …

********************

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (Al-Hujurat:13)

Thursday, 3 March 2011

Yes, absolutely ~ Jake Gyllenhaal!

JAKE GYLLENHAAL

Entah kenapa akhir-akhir ini gue tergila-gila dengan aktor yang berparas tampan ini. Ya sih, dasarnya adalah ketampanannya dia. Cowok dengan badan super hot plus wajah ganteng bikin cewek klepek-klepek.

Pertama kali ngeliat wajah Jake, pas dia main di
The Day After Tomorrow. Waktu itu gue nonton pas jaman bocah banget, kelas 1 SMP. Di situ dia berperan sebagai Sam Hall, seorang mahasiswa berprestasi dan cool :)


Setelah bertahun-tahun lamanya (huahahaha) gue baru sempet nonton film Jake yang lainnya. Judulnya
Brokeback Mountain dan berperan sebagai Jack Twist. Ini film direkomendasi temen gue, si Luksi. Tapi di situ perannya ga banget cuz Jake meranin sebagai cowok homo. Ohh, gross! Ngeliat dia di film itu, gue tetep aja demen ama dia. Hehehe.


Lanjut ke film Jake:
Brother. Ini film yang amat sangat gue rekomen banget. Drama, thriller, romantic. Jake yang meranin sebagai Tommy, seorang kakak yang baru keluar dari penjara akibat ulah kriminalnya. Adenya yang sayang ama dia, ngejemput dia di penjara. Kayanya keluarga yang lain udah bodo amat sama Tommy. Adenya Tom, Sam, adalah kapten tentara yang harus berangkat ke Afghanistan. Beberapa hari kemudian ada kabar ke istrinya Sam, Grace, kalo Sam dan yang lainnya udah meninggal gara-gara helikopternya jatoh dan terbakar. Di situ, Tom mulai ngedeketin Grace yang amat sedih ditinggal suaminya. Tom juga ngajak main anak-anaknya Sam. Pokoknya Grace dan anak-anaknya cukup terhibur dengan adanya Tom di samping mereka.
Suatu hari, Grace dikabarin kalo ternyata Sam belum mati. Grace bahagia luar biasa dong. Akhirnya mereka bertemu juga. Tapi, sikap Sam berubah 180 derajat. Sam menjadi ayah yang kaku, sering melamun, dan sepertinya sedikit stress. Sampai suatu hari Sam kelepasan memarahi anak sulungnya dengan berteriak. Dan si anak sulung sampe ngeluarin kata-kata, "
Why couldn't you just stay dead!" Di situ gue nangis sesengukan. Ngena banget itu film. So, kalo penasaran segera beli aja deh DVDnya. Hihi


Prince of Persia Jake berperan sebagai Dastan. Film yang diangkat dari game ini berceritakan seorang pangeran yang harus menyelamatkan istananya dari perilaku om jahatnya yang ngegunain jam pasir. Pokoknya film ini genrenya agak 'beda' dari biasanya Jake mainin. PANAS!


Film terakhir yang baru gue tonton adalah:
Love and Other Drugs. Film ini bercerita tentang seorang playboy yang belum pernah jatuh cinta. Pas Jammie (Jake) jatuh cinta pada seorang cewek, ternyata ceweknya sakit parkinson. Di situ Jammie harus berjuang buat ceweknya mati-matian. Dia ke sana kemari nyari pengobatan parkinson. He's soooo damn hot!