Pages

Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Sunday, 8 December 2019

Anak haram

Gue emang orang yang introvert, kadang merasa susah aja berbaur dengan yang lain. Apalagi di tempat yang banyak orangnya, pasti gue berada di belakang dan sekedar ngeliatin mereka aja. 

Dan ini mengakibatkan gue punya kejadian terburuk selama SD. 

Semasa SD gue dianter jemput abodemen. Di mobil gue selalu diem aja. Jaraaaaang banget ngobrol. Karena gue seintrovert itu. 

Suatu hari ada anak pindahan, rumahnya deket gue cuma beda gang. Anak baru itu kita sebut aja si I. I ini gampang berbaur dengan yang lain sampe2 dia lengket banget sama si D. 

Entah setan apa yang merasuki mereka berdua sampe2 gue difitnah, dibilang anak haram cuy. Cuma karena gue ga punya bapak. Zzzz

Gue yang masih piyik cuma bisa nahan nangis depan mereka. Tapi rasanya tenggorokan gue tercekat saat itu. Pengen marah, pengen bilang dan jelasin kronologi ayah gue wafat. Tapi apa daya, gue cuma bisa diem dipojokan. 

Sampe rumah gue langsung ke kamar mandi belakang, sengaja biar gue nangis ga kedengaran nyokap. Di situ gue ga kuat, meraung-raung dan terisak-isak. Jahat banget mereka ngomong gitu. 

Ternyata nyokap gue denger dan nanyain ada apa. Dengan terbata-bata, gue jelasin sebisa gue. Setelah nyokap nangkep penjelasan gue, dia pergi ke rumah si I. 

Di sana nyokap cuma ketemu pembantu dan si I nya sendiri. Bokap nyokap nya entah ga tau kemana atau emang ga mau keluar. Di situ nyokap ga marah-marah ke si I. Nyokap dengan tegas dan sabar jelasin kronologi dari ayah ibu gue menikah sampe gue dilahirkan. Dan nyokap ngegarisbawahin, kalau gue bukan anak haram, tapi anak yatim. Dan nyokap memperingati untuk ga bilang gitu lagi ke gue atau ke temen2 yang lain. 

Besoknya si I ga masuk sekolah, denger2 sih dia dimarahin ortunya dan sampe nangis2 gitu. Ya tapi setelah itu hubungan kita jadi biasa2 kembali. Ga deket, ga jauh. Ga lama si I pindah lagi ke Jakarta, dan semenjak itu gue malah jadi deket sama si D.

Eh ini termasuk kasus bullying ga sih?

Sunday, 24 July 2016

Jangan lupa nikah

Hey, get married soon!

Teman-teman gue di umur segini udah pada gelisah ketika belum ada yang settle down di hatinya. Mengingat umur sudah seperempat abad dan para orang tua konvensional merasa anaknya harus segera menikah. Apalagi untuk anak cewek, yang katanya ga baik nikah di atas 30 atau 40 tahun. Beberapa udah banyak yang ditanyain, "mana pacarnya?" or "kapan nih dikenalin ke keluarga?" or even "mamah udah pengen gendong cucu". Hey people, don't be rush!

Perihal menikah bukan sekedar mencari manusia lawan jenis terus diajak ke KUA lalu beranak kemudian hidup seterusnya. But it's more complicated, it involes feeling, visions, problem solving, arguing, tolerating, having manners, and commitment. And I do believe, para orang tua mengerti itu karena mereka senior punya pengalaman lebih, tapi kenapa seolah tak mau mengerti keadaan juniornya?

Jodoh itu misteri, dia akan datang pada waktunya mungkin besok, lusa atau lima tahun lagi. Jadi menikah itu ga ada tolok ukurnya. Bukan sehabis lulus kuliah atau umur 25. Beruntungnya gue punya orang tua yang ga usil sama anaknya dan paham banget yang namanya takdir udah di atur sama Tuhan.

Orang tua tuh ga usah banyak nanya atau menyuruh kita buat cari pasangan karena kita juga tetap berusaha mencari. Lebih baik mereka juga bantu mencari dan blind date gitu ga ada salahnya kita coba.

Dan jangan sekali-kali menikah karena umur, omongan orang, teman2 sudah menikah, dan alasan klise lainnya. Pernikahan kaya gitu pondasinya masih lemah dan bisa jadi roboh kalau chemistry akhirnya ga terbangun. Lalu mereka cerai atau terus hidup bersama walau ga ada rasa cinta di keluarga itu. Pernikahan itu komitmen, menjaga perasaan satu sama lain. Yang namanya komitmen jelas ga ada kata cheating, kalau cheating sudah terjadi apalah arti sebuah pernikahan.

Belakangan gue lagi kesel sama beberapa lelaki. There is a husband has a wife. They have nine children but the husband still wants to polygamy. Berdalih dengan alasan sunnah agama rasanya ga tepat buat dia. That man just full of bullshit yang ga bisa menghargai istrinya. Suatu hari ketika istrinya harus operasi and he said in chatting forum "yah, nganggur dong gue" WHAT A F***ING INTOLERANT MORON. And fyi, he's called ustad by his colleagues.  
(Sorry agak OOT)


So peps, let's make rational perception for those who getting maried in their 30s or 40s. Because it's never too late to get married. 💑

Saturday, 12 December 2009

Kembar? apa iya?

Gimana sih rasanya punya kembaran?
apa enak?
apa ga risih tiap apa-apa disamain mulu?
Tapi enak juga ya kalo punya kembaran, punya temen yang sebaya yang bisa ngerti kita luar dalem.

Anyway, gue punya seorang kakak cowok. Beda kita kurang lebih 6 tahun.

Perbedaan kita jelas, gue cewek, dia cowok.
Tapi setiap temen gue yang ngeliat kita berdua pasti ngomongnya, "ya ampun ayii, kakak lo mirip banget ama lo!"

Awalnya gue sedikit heran, emang kenapa sih kalo gue emang mirip ama kakak gue? Wajarkan gue adeknya. Tapi, mereka itu kayanya yang excited pas ngeliat kakak gue.
Katanya mereka mirip mirip mirip MIRIP banget ama gue. Dengan kata lain, gue versi cewek, kakak gue versi cowok = kembar. WTH?

Katanya temen sekamar gue, Pipi, "kalo kakak Ayii itu kaya Ayii versi cowok, atau ga, kakak Ayii dikasih kerudung jadilah Ayii. Dari bentuk muka, cara jalan, bla bla bla mirip banget ama Ayii."

Whoa, sebegitu seriusnya gue mirip ama kakak gue. Sepertinya kaya aneeeeeeeeh banget kalo seorang adik mirip ama kakaknya.
hehehe.

Wednesday, 12 November 2008

5 persons effect my life!

1. The first of all, exactly, My Mom! ^^
She is the greatest lady in the world. Beliau menjadi contoh teladan bagi gue. She survives on her life and if i were her, i guess i won't be as tough as like her. But she could make me understand what purpose of the life is. And i do, i love her so much :)
Thanks ibu for all you give to me.


2. Rae
Bukan maksud hati untuk menempatkan kakak gue di sini. Ya tapi emang kenyataannya dia di nomer urut 2 sih. He is my inspiration. Dia ngenalin gue betapa "luasnya dunia". He's also tough. He could be a good brother. He knows how to express his feeling though he's quite difference in my family of his surrounding. I had read his essays on his blog, and i couldn't see his childish behavior. He is much different, he is wiser, broad-minded, and interesting. He could tell wisely. And i'm proud of him. So, he becomes my inspiration in my life.


3. Nadia
She is my friend when i was a kid. She is energetic, funny, odd, and sporty. She was 7 and i was 5. She could ride bycycle. When i saw her ride the bycycle, i really wanted to do it too. So i learned how to ride it. And you know? Who taught me? Yes, Nadia did. She taught me! She held me till i could ride by myself. Actually, my body was bigger than her. xp
Can you imagine that? Seorang cewek yang lebih kecil tubuhnya dari gue, ngajarin gue, megangin gue sambil lari lari buat gue bisa ngendarain sepeda? What a nice girl. Because of her, now i could ride it. Thanks my friend^^. Lov yah.


4. Pak Harsono
Do you know him? He was my teacher in Junior High School in Bandar Lampung. He was a physic teacher and he was my proxy class. First time I knew about physic is from him. He could teach me well and i became to like this lesson. One day, there was sunday. Rae came home from Bogor. (He was in college in Bogor). I was happy to see him again, so we talked many things till mid night. The day after that, i went to school, and i was really surprized that i forgot something. That was, that monday would be have a physic test! Oh, big NO NO. I was pale, and physic was first lesson in the morning. I wasn't able to read or learn that. Pak Harsono came fast, and he ordered the paper. I didnt remember anything, i was in hubbub. I couldnt think clearly. I tried to cheat my shit friend, but she didnt want to show it. So i did it by myself and i was sure that i'd get jerk score. And i was right, i got 3,2. Oh damn. The worst score. Then i asked him to give me change to improve my score, but he refused. I was fed up to him. And i swore that i'd get good score on my report. I tried to do the best in every physic test. And i won! I got good good good score. Haha. Pak Harsono had made me on fire in physic. At last, untill now, i like physic. ^^


5. Rena
She is my classmate. Well, gue ama dia ga terlalu deket deket amat c. Cuma sebatas teman belajar biologi. But, one thing that i cant be like her. On July or August 2008, her mother passed away because of cancer. That was on thursday and Rena didnt come to school. She was at home and she told that her mother had gone. We all in the class were sad to hear that. Then after school, we went to her house to give her support. Her house is far from school, but we should go there. When we arrived, she was still smiling and telling the chronological her mother. And i am sure if i were her, i cant stop crying and wont go to meet people. I will be in the room all day. I will not be like her. She could pretend, she could smile, she could persuade her sister, and she takes over to be a mother for her young sister. Her load is too heavy for a girl like her, even she still has a father. But i'm sure, i cant handle all alone. Secara ga langsung, Rena ngebuat gue lebih berani ngehadapin kenyataan walaupun itu paiit banget sampe mati rasa. Rena is a strong girl! Go Rena go Rena go!

Saturday, 11 October 2008

This is home, i found where i belong

Tinggal di rumah tanpa ditemani keluarga emang paling ga enak.

Gue sendiri mengalami itu saat ini. Padahal udah 3 bulan gue tinggal di rumah Tante gue.
Ya sebenernya bukan tante-tante asli sodara gue c. Ya jadi tante gue ini masih ada hubungan sodaranyalah sama keluarga ayah gue. Tapi sodara jauh.

Orangnya c baik. Mau ngekosin kamarnya ke gue dengan bayaran murah. Udah termasuk uang cuci baju dan makan lagi. Padahal ya, rumah tante gue itu gede dan bagus. Rumahnya di pinggir jalan raya, yang memudahkan gue dalam mencari kendaraan. Hehe.
Tapi tetep aja cui, yang paling enak ya rumah kita sendiri. Ga ada kata SUNGKAN deh.

Mau makan nambah 15x bolak-balik, hayu. [ya walaupun gue makannya ga sebanyak itu ya!!!]
Mau teriak teriakan, boleh.
Mau ngampar depan tipi pake kasur, ok. [ini kebiasaan keluarga gue. Tidur pake kasur sambil nonton tipi.]
Mau lari ke sana ke mari sambil bugil, mangga. [ini mah orang sarap. Hehe]
Yang pasti di rumah sendiri itu bisa ngelakuin apa aja yang kita mau.
Ga perduli sebagus atau seburuk apa rumah kita itu, tapi kita merasa enak dan nyaman di dalamnya. Karena yang kita butuhkan adalah rasa kasih sayang di antara keluarga itu sendiri. Percuma aja tho kalo di rumah sendirian tapi rumahnya gede? Lebih enak punya rumah sederhana dilengkapi keluarga tersayang. Karena hidup butuh yang namanya kasih sayang.

Gue baru aja nyampe Bogor tadi pagi, tapi gue udah kangen lagi sama rumah.
Rasanya, kalo gue mampu ngebuat ibu pindah lagi ke Bogor akan gue lakukan. Tapi ibunya sendiri udah berkomitmen mau tinggal di Bandar Lampung aja. Ya walaupun sendirian.

Well, mungkin someday, i'll be back with my family again.


I'm inspired with this song.

God Bless - Rumah Kita

Hanya bilik bambu
tempat tinggal kita
tanpa hiasan
tanpa lukisan

Beratap jerami
beralaskan tanah
namun semua itu punya kita
memang semua ini milik kita
sendiri

Hanya alang-alang
pagar rumah kita
tanpa anyelir
tanpa melati

Hanya bunga bakung
tumbuh di halaman
namun semua itu punya kita
memang semua ini milik kita
sendiri

Lebih baik di sini
Rumah kita sendiri
Segala nikmat dan anugrah yang kuasa
Semuanya ada di sini
Rumah kita. . .

Haruskah kita beranjak ke kota
yang penuh dengan tanya. . .



Amanat-amanat: pelihara dan sayangilah rumahmu beserta isinya. Sebelum terlambat seperti saya ini. Hehe.

Thursday, 9 October 2008

aku ke rumah :) senang sekali

MUDIIIIKKK


aku balik ke rumah ibuku


haha

menyenangkan sekali bisa berkumpul lagi bersama keluarga tersayang.

Bagaimana dengan kamu sendiri? Menyenangkan? atau malah menyedihkan?

Mudik emang banyak membawa banyak berita yang ga diduga.

hohoho


cerita mudik saya kali ini ga ada yang special.
saya ga berkunjung ke Way Kambas

atau

Pasir Putih

atau

Danau Ranau


atau


Bukit Barisan

dll. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan membaca komik
dan bermain game Onet
yang ada di komputer saya.

tapi saya juga belajar selama mudik ini loh...
jangan kaget jangan tercengang
haha
saya ga belajar tentang pelajaran yang diajarkan di sekolah, melainkan saya belajar mengendarai motor. LOL.

yah cuma itu kabar terbaik selama ini. tapi itu semua ngebuat saya puas.
hehe

cerita gue ga berbobot amat ya?
bodo ah

okay
c on the next post!
keep reading :p



OIYAAAAA

lupa!

Minal Aidin Wal Faizin
maafin kesalahan saya ya

haha

doakan saya pulang ke Bogor dengan selamat
makasih ;D

Saturday, 9 August 2008

resistance of alone!

Yeah, libur 2 hari yang sepi!
Merasa bete dan sepi karena eh karena, di rumah yang gue tumpangi, rumahnya Ma'uo yang gede sealaihum gambreng, cuma berpenghuni 4 orang, including me. Ditambah lagi sekitar harian ma'uo pergi ke Bandung. ya jadilah gue tinggal bersama pembokat dan anaknya pembokat. makin sepi aja di rumah gue.

Gue jadi pingin ke alam waktu gue kecil. Menurut gue, masa kecil yang paling menyenangkan adalah masa kecil gue. Bisa main dengan siapa aja tanpa perlu ada rasa malu atau hawatir. Mulai dari bangun tidur sampe mau tidur lagi semuanya gue lakukan dengan suka cita dan berbahagia.
I MISS IT SO....
Makan masakan ibu yang paling enak di dunia, walaupun itu cuma sekedar tempe atau tahu diguyur dengan sayur asem. Nyummy. I love mom cooking. Apalagi kalo disuapin pake tangan nyokap sendiri. Gue tambah semangat makannya.
GUE INGIN JADI ANAK KECIL LAGI!!!

haha.. is that siuletjail???
huhu, where's freako ayii??

Kangen Ibu!

Apa kabar ibu ya? Hope, she's always fine. Gue pingin liburan panjang dan balik ke rumah ibu. Ngumpul bertiga aja sama ibu dan abang.
Bertiga. Itu yang gue inginkan sampe ahir hayat gue.


hueeee


Amanat amanat!!!
Yuk mari membahagiakan orang yang kita sayangi..
hoho

Saturday, 2 August 2008

Duka vs Suka

Minggu yang penuh duka suka.


Berita duka kemarin, Rabu 30 Juli 2008, adik kelas gue Desiska a.k.a Eccy telah berpulang ke Rahmattullah.
Padahal, temen gue baru aja chatting sama dia malem Rabu. Tapi ternyata umurnya tinggal dikit lagi semenjak malam itu.

Semoga Eccy tenang di sisi-Mu Ya Allah. Dan amal baiknya diterima oleh-Nya. Amin.
[Al-Fatihah]

Oia, ada juga adik kelas gue yang masih kritis di RS. Penyebabnya kecelakaan maut dengan korbannya Eccy dan Rivo ini. Semoga dia cepat sembuh.


Udah ah, ganti topik. Jangan duka mulu.

Hari ini, Sabtu, gue seneng. Senengnya karena bisa ngumpul sama nyokap dan keluarga gue yang lain.

Rasanya udah lama gue ga merasakan rindu keluarga besar.
Hehe


Sepupu gue, Bang Rizky, tadi nikah. Yo wis, semua sodara yang ada di Semarang, Jakarta, Lampung semuanya dateng.

Saat terjadinya akad nikah, gue ngerasa, "kayanya gue malai deh kalo nikah nanti" which means, "gue malai nikah." wkwkwk.


Semoga nanti gue bakal berubah pikiran. Haha.

Ga penting gue!

Sunday, 6 July 2008

Pindahan, emang ngerepotin!

Okay, hari ini saya lagi pindahan loh ke Lampung. Eh, eh, tapi ko gue masih sekolah di Bogor? Hem, begini ceritanya.

Jadi kemarin, hari Jumat, gue dan abang pindah ke tempat kos-kosan yang berbeda. Kosan gue lebih dekat dengan pusat kota Bogor dan lebih dekat dengan sekolah gue. Sedangkan kosannya abang, dekat dengan kampus.

Hari Jumat memang hari yang sibuk. Terutama ibu gue.
Ibu gue juga mau pindah, tapi pindahnya ga nanggung-nanggung, ke Lampung! Emang c beliaukan pekerjaan utamanya ada di Lampung, jadi mau ga mau setelah study ibu selesai, ya beliau balik ke Lampung.

Ya sudah, gue pun bantu2 ngepak barang-barangnya c ibu. Saat mobil pick-upnya dateng, semua barangnya ibu diangkut tanpa tersisa. Si ibu bilang ke gue ama abang, "coba cek kamar masing-masing. Masih ada barang lagi ga?". Kita pun ngelongo ke kamar dan yakin semua barang ibu udah ada di mobil semua.
Saat barang2 tersebut diem dengan antengnya di mobil, tak diduga tak disangka, hujan mengguyur kota Bogor. Mending kalo rintik2, tapi ini langsung ujan gede gitu. Mana belum sempet ditutup pake terpal lagi. Akhirnya mobil masuk ke dalam bagasi dan ditutup pake terpal+plastik. Dan saat mobil jalan menuju Jakarta, ibu ngeliat ke dapur dan apa yang ada di sana kawan-kawan? Sebuah tabung gas 12kg mejeng di dapur. Nyokap gue langsung pias.

Ah, gila! Ada aja kejadian yang ga enak dialami selama proses pindahan ini. Untungnya, gue, abang, nyokap pergi ke Lampungnya hari Sabtu. Tapi pergi dulu ke Jakarta dengan membawa seonggok tabung gas yang lumayan KECIL. Tapi setidaknya perjalanan kami lancar sampai tujuan.

Saat nyampe di rumah Lampung, keadaan rumahnya bikin gue malai bermalam di situ. Cuz, rumahnya masih berantakan, apek, airnya masih kotor, dll-nyalah. Keluarga besar kami pun memutuskan untuk bermalam di hotel. Ya sudah, kita bermalam di sana.


Dan saat ini jam 11.59pm saya masih menyempatkan menulis blog karena pengalaman ini sungguh menyenangkan untuk diposting. [bweee xp]. Haha.

Setidaknya saya menjadi rajin-rajin menulis.

Then, kayanya gue perlu tidur, karena besok pasti akan menjadi hari yang melelahkan. Besok gue mau ngebersihin rumah+noto2 barang yang ada.
Okey, see you on the next post.

Gud nite xD

Tuesday, 1 July 2008

Gue bukan adik kakak gue!

Here we come!

Okay, 2 minggu ini akan menjadi hari yang berat bagi para pelajar seperti saya karena minggu2 ini adalah MINGGU KEUJIAN (emangnya ada gitu minggu keujian?). Ya lo taulah apa maksud gue.


Well, we're gona learn much.


Hari ini, gue iseng2 ngebuka blog kaka gue. Dengan rasa penasaran, gue baca setiap postingan yang ada. Tapi lo tau ga ada berapa postingan di sana? Ada 118 postingan!
Gila! Banyak banget.

Mumpung masih pagi dan masih menimbun banyak energi yang ada, gue membaca SEMUA postingannya! Rada jenuh juga sih. . tapi asik juga ko.

Setelah gue membaca semuanya, gue merenung sebentar. Banyak hal yang kaka gue ceritakan di blog dia. Mulai dari pendapat musik, cinta, politik, keluarga, perjuangan, teman, kuliah, kerja, semuanya deh. Kadang saat gue ngebaca, gue merasa diri gue asing dengan apa yang kaka gue ceritain. Gue ngerasa, kalo gue yang selama ini hidup bersama lebih dari 17 tahun, tiba2 merasa bahwa GUE BUKAN SIAPA2 KAKA GUE. Gue jadi kaya ga kenal ama dia. Cara bahasa dia yang sangat berbeda saat ngobrol sama gue, cara dia nyeritain suatu hal dengan rapinya, cara dia ngungkapin pendapatnya dengan bahasa yang komunikatif, yang gue rasa semua itu bukanlah ABANG GUE yang ada di rumah.

Apakah menulis blog karena dirinya ingin menunjukkan siapa dia sebenarnya? He knows.


Intinya gue hanya pengen kenal dengan kaka gue yang di rumah, bukan yang di luaran sana.

Tapi mungkin juga sebetulnya kaka gue ga "kenal" dengan gue? Terus ada apa dengan keluarga gue donk?

visit him rumputpagi.blogspot.com
X)